Mandiri Visa fraud?

First day on this year nih, setelah semalaman eh ujan gerimis aje di rumah, paginya cuaca cukup cerah.Pagi hari yang damai, setelah bangun shalat subuh aku tidur lagi😀 ,bangun jam 10, aku mau pergi ke toko buku, katanya ada woro-woro diskon 30% for all items di sebuah toko buku sampai 4 januari. Setelah mandi dan memakai celana😀 aku langsung menuju matraman.

Wew, sesampainya disana banyak mobil tumpah ruah di jalan matraman karena parkir gedung di dalam toko buku tidak cukup, ada apa ini?, mengapa tiba-tiba toko buku lebih ramai dari mall?, kenapa semua orang jadi ke toko buku?, aahaha.. bukan itu yang mau aku bahas disini

Setelah cuci-cuci mata dan melihat dan membaca sekilas beberapa buku, aku memutuskan membeli beberapa buku. Nah, kebetulan aku tipe orang yang tidak pernah membawa ‘uang’ di dompet, didompetku biasanya ada selembar 10ribu atau 20 ribuan dan segelintir recehan ribuan. Untuk membayar buku tadi, saya menggunakan visa yang ada dalam kartu reguler ATM Mandiri.

Memang ini bukan kali pertamaku menggunakan kartu kredit debit dalam berbelanja, sebelumnya aku pernah menggunakan mastercard yang ada di dalam KTM ITB dulu, namun karena syarat wisuda kemarin adalam menutup rekening dan melubangi kartu ATM nya, aku tidak bisa menggunakan mastercard itu lagi.

Balik lagi, sebelum membayar dengan visa aku pastikan tidak ada charge lebih atas transaksi yang mau dibayar.. hehe, gak mo rugi duonks, juga ada batas minimum transaksi yang harus dicapai agar bisa menggunakan visa.

Tiba lah saat nya membayar, kartu kuserahkan ke mbak yang manis itu, dan digesekkan ke ‘mesin kredit‘ debit yang ada di kasir, beberapa detik kemudian mbak itu meminta tanda tanganku di ‘mesin kredit’ itu, sejenak ku berpikir, mmm.. apa lagi ya prosedur otentikasi dan otentikasi nya?

Guess what?, cukup dengan tanda tangan saja, pengajuan ‘kredit debit’ dari rekeningku approved. Waduh!!.. kebayang ga?

Waktu aku menggunakan mastercard, selain harus membubuhkan tanda tangan, kita juga harus memasukkan pin dari Kartu tadi.
Tapi ko kalo visa cuman gitu doang?, wew..

FYI : Biasanya di kartu mandiri visa, dan kartu lain kita diminta membubuhkan tanda tangan di kartu nya, berikut skrin syut dari kartu ku.

kartu belakang

belakang

Menurutku sih, kemungkinan fraud dari kartu kek gini bakalan gede, yaiyalah, otentifikasi cuma tanda tangan dan di kartu nya ada kemungkinan ber-tandatangan. Mengingat tanda tanganku sangat mudah sekali dipalsukan, dan suadah berjuta-juta kali dipalsukan sewaktu di kandang gajah dulu..😉

Atau ada yang punya pengalaman lain?, VISA, Mastercard, atau AMEX mungkin?.. hehe..

Monggo di share..

Categories: Brian's, Cuap-cuap, Life.. oh Life.. | Tags: , , , | 10 Comments

Post navigation

10 thoughts on “Mandiri Visa fraud?

  1. Wah belum punya feb. Hehehe… :p

  2. wah, asik jg y kalo punya kartu kredit. hahaha…
    btw, beli buku apa aja Feb? minjem dunk.. ^^

    ada salah satunya buku.. how to simplify your life, dibeli karena kek nya gw orangnya kompliketid🙄

  3. Buset.. Scrinsut kartunya dikasih liat smua.. Nomor kartunya disamarin kek..

    Hmm, kartu kredit apa kartu debit yah.. kok tulisan di kartunya ‘debit mandiri’?

    Oiya rasanya tanda tangannya juga gak akan diperiksa tuh sama si ‘mbak manis’… Jadi kalo kartu lo gw pake juga bisa (kayaknya yah)

    iya, gak akan diperiksa bos.. makanya itu loh, asal bisa tandatangan aja, dan megang kartunya.. hehe.
    Oiya bos, ternyata VISA itu kartu debit.. hehe,

  4. ktm itb juga kartu debit. canggih kali bisa ngredit pake ktm😀

    kalo kartu debit visa bank niaga sih ada fotonya… jadi sekalipun ga pake pin mestinya lebih aman dari yang mandiri ini… (tapi ga tau juga yah kalo mbaknya ga meriksa fotonya, atau kalau orang yang nyolong kartunya ngaku2 operasi plastik dsb :P)

  5. wah, nasabah mandiri jg yah?!
    sama dunk ama dt.. :p
    *info gak ptg*😆

    aiihhh, belanja buku..
    bikin dt jd ngiler aja nih..:mrgreen:
    btw, MET TAON BARU yah..
    *telat sih, tp msh momen taon baru jg kan?! baru 2 hari, he5x..*

    brian:

    hati-hati dengan kartu mandiri mu nak, mudah disalah gunakan kan?🙄

  6. setuju sama arie minandar, disamarin dong gambar kartunya. identity theft itu “gampang” loh kalau disediain “modalnya” kaya gini.
    memang pakai kartu debit visa (terutama yang gue tau dari mandiri) ga akan ditanya PIN-nya, cukup tanda tangan saja. beda sama debit BCA yang maestro(?) yang pasti diminta PIN-nya. tapi di sini pakai debit card visa (dari bank lokal Lloyds TSB) tetep diminta PIN-nya kok, tapi di kayanya di tempat belanja aja, ada yang ga minta PIN, tapi minta tanda tangan saja.
    nanti kalau ada transaksi aneh2 baru lapor (mestinya ke banknya) dan (semoga) bisa dibatalkan.

  7. @raizamn & Arie Minandar

    fotonya dah diganti, makasi sarannya kk.

  8. gw juga pake debit feb. Visa Mandiri and Master Card BRI. Dua-dua nya cuma pake autentikasi tanda tangan. Ga da pin. Tanda tangannya juga ga di cek sama mbak2 nya.

    Menurut gw, debit yang gw pake emang insecure banget. Mudah-mudahan aja ga hilang n ga da yang nyalah gunain.

  9. Loh emang selama ini kan emang cuman pake tanda tangan doang… gak pernah pake PIN. Udah 3 tahunan lebih ku pake Visa mandiri itu. Tapi sekarang jarang kupake, secara tabungan di Mandiri itu bener2 buat tabungan, jangan diutak-atik😀

    Btw, salam kenal juga yah….

    Beli buku apa di Gramed? kok pengen kesana lagi , tapi males dan takut kalo penuh dan macet kayak kemaren lagi😦

  10. Lau

    artikel lama. baru nemu. ijin nimbrung.
    Bank Mandiri dan Bank lain yang menerbitkan kartu atm/debit berlisensi Visa, tunduk pada ketentuan Visa International tersebut, yaitu menggunakan tanda tangan untuk verifikasi transaksi.
    Pemilik Rekening adalah orang yang bertanggung jawab atas kartu debitnya. Sehingga bila ada penyalahgunaan/pembobolan kartu debit, tidak bisa serta merta menyalahkan pihak lain seperti Kasir Merchant (sebagian dari mereka tidak paham/peduli tentang verifikasi data Customer pemilik kartu debit); apalagi pihak Bank (karena ada klausul pembebasan pihak Bank dari segala tuntutan karena penyalahgunaan kartu debit tsb).
    Mengenai pembatalan transaksi tidak wajar yg terjadi, Pemilik Rekening / kartu debit hanya dapat melaporkan ke pihak Bank untuk memblokir rekening pihak yang terkreditkan (penerima transferan dana). Pihak Bank hanya berhak memblokir selama 1×24 jam sampai Pelapor menyertakan surat keterangan dari Kepolisian. Jika sampai 1x24jam pihak Bank tidak menerima surat keterangan tsb, maka pemblokiran akan dibuka.
    Tambahan boss, kalo kartu atm/debit hilang, tertelan di mesin atm, dsb, segera blokir pada kesempatan pertama, dengan menghubungi Call Center bank penerbit (pulsa lokal); kemudian mendatangi cabang bank penerbit terdekat untuk proses selanjutnya.
    Tengkiu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: