Dosa bisa terukur?

Kemarin, ada kisah yang menggelikan sekaligus thought-provoking dari keseharianku di kantor.Cerita ini berawal ketika aku ingin solat berjamaah di Masjid kantorku, ruanganku berada di lantai 14 dan masjidnya berada di lantai 21 yang merupakan lantai teratas dari gedung yang ditempati.

Seperti biasanya, ketika adzan berkumandang, sebagian orang bersegera menuju ke masjid dan sebagian lainnya masih sibuk dengan tugasnya masing-masing. Setelah adzan selesai berkumandang, aku lantas mengambil wudhu di lantai 14, karena kalo ambil wudhu di masjid agak ngantri biasanya.

Setelah berwudhu aku segera menuju lift yang akan membawaku ke lantai 21 dimana masjid berada, lift biasa digunakan di gedung berlantai banyak untuk berpindah lantai, meski ada beberapa orang yang memilih berjalan kaki melewati tangga dari lantai 14 ke 21, wow militan sekali😀

Ada hal yang unik yang aku ingat kemarin, ketika aku masuk lift, kondisi lift memang sudah agak penuh, selain lift nya agak sedikit dan kecil, memang trafik pengguna lift pada jam-jam shalat memang meningkat, aku sedikit berspekulasi, mudah-mudahan lift belum berbunyi tanda kelebihan muatan, aku masuk lift, ternyata lift belum berbunyi, akhirnya pintu tertutup😀

Ketika lift baru melewati 2 lantai, pintu lift terbuka, tanda orang menekan tombol di lantai tersebut, ternyata seorang ibu paruh baya, yang ingin menuju lantai atas, mungkin mau solat berjamaah juga di masjid. Suasana di dalam lift memang sering penuh canda, meskipun kadang keterlaluan, contohnya ketika pintu lift terbuka tadi, ada yang nyeletuk “wah, udah gak muat lagi bu, ibu terlalu gendut”, ahaha sadis, padahal (sebut saja) bapak X yang meneriakkan itu gak kenal sama ibu yang tadi, dan kami yang di dalam lift tadi semua tertawa, hehehe.

Lift kemudian naik lagi keatas, tepat di lantai 18, pintu lift terbuka lagi, namun tak seorangpun yang menunggu lift, sepertinya sudah naik lift yang lain, atau naik tangga, nah anehnya, setelah pintu lift terbuka, pintu itu gak mau tertutup lagi, padahal gak kelebihan muatan, dan sudah berjalan dari lantai 16 tadi, “beeep”, begitu terus bunyinya, gak bisa dipaksakan menutup, padahal sudah “dipancing”, salah satu orang terluar lift keluar, kemudian masuk lagi, “beep”, masih aja bunyi.. aneh..

Salah satu bapak yang ada di bagian dinding dalam pintu ada yang nyeletuk, “wah, dosanya nambah kali pak, jadinya keberatan”.

Hahaha, ada benernya juga, dosa dia nambah setelah kejadian di lantai 16 tadi.

Somehow, dosa memang gak bisa diukur, dan gak ada alat buat ukurnya, tapi kejadian ini seolah mengingatkan, bahwa dosa kecil apapun pasti ada balasannya.

Wallahualam bisshawab🙂

Categories: Agak Serius, blogging, Brian's, Life.. oh Life.. | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: