Brian’s

Dosa bisa terukur?

Kemarin, ada kisah yang menggelikan sekaligus thought-provoking dari keseharianku di kantor.Cerita ini berawal ketika aku ingin solat berjamaah di Masjid kantorku, ruanganku berada di lantai 14 dan masjidnya berada di lantai 21 yang merupakan lantai teratas dari gedung yang ditempati.

Seperti biasanya, ketika adzan berkumandang, sebagian orang bersegera menuju ke masjid dan sebagian lainnya masih sibuk dengan tugasnya masing-masing. Setelah adzan selesai berkumandang, aku lantas mengambil wudhu di lantai 14, karena kalo ambil wudhu di masjid agak ngantri biasanya.

Setelah berwudhu aku segera menuju lift yang akan membawaku ke lantai 21 dimana masjid berada, lift biasa digunakan di gedung berlantai banyak untuk berpindah lantai, meski ada beberapa orang yang memilih berjalan kaki melewati tangga dari lantai 14 ke 21, wow militan sekali πŸ˜€

Ada hal yang unik yang aku ingat kemarin, ketika aku masuk lift, kondisi lift memang sudah agak penuh, selain lift nya agak sedikit dan kecil, memang trafik pengguna lift pada jam-jam shalat memang meningkat, aku sedikit berspekulasi, mudah-mudahan lift belum berbunyi tanda kelebihan muatan, aku masuk lift, ternyata lift belum berbunyi, akhirnya pintu tertutup πŸ˜€

Continue Reading..

Advertisements
Categories: Agak Serius, blogging, Brian's, Life.. oh Life.. | Leave a comment

Twenty Something

After years of expensive education,
a car full of books and anticipation,
I’m an expert on Shakespeare and that’s a hell of a lot
but the world don’t need scholars as much as I thought.

Maybe I’ll go travelling for a year,
finding myself or start a career.
I could work for the poor though I’m hungry for fame
we all seem so different but we’re just the same.

Continue..

Categories: Brian's, Life.. oh Life.., Music | Tags: , , , | 1 Comment

It’s been a year..

Tepat setahun sudah berlalu sejak aku resmi dinyatakan lulus dari ITB. Satu tahun yang penuh makna, penuh pelajaran, penuh was-was, dan penuh doa pastinya. Ketika itu aku sengaja memajukan jadwal sidang yang seharusnya minimal berjarak 2 minggu dari jadwal prasidang. Memang ada salah satu bobot penilaian yang dikurangi, meski toh akhirnya dapet A juga πŸ™‚ . Hari itu juga tepat sehari menjelang Ramadhan 1428 H yang penuh kesan.

Setahun berlalu, aku sudah dua kali pindah tempat kerja, dengan tipe pekerjaan yang berbeda, jenis pekerjaan pertama, dengan load yang selalu tinggi dan sangat dinamis, sedangkan pekerjaan selanjutnya load nya rendah, dan cenderung monoton πŸ˜† . Ya, frekuensi pekerjaan memang mencerminkan Amplitudo kehidupan. Ada saat kita sangat hectic, disaat lain juga bisa sangat idle, hihihi..

Continue Reading it’s been a year..

Categories: Brian's, Cuap-cuap, Life.. oh Life.. | 7 Comments

Selamat datang..

Selamat datang, pemimpin muda
Lama nian kami rindukan dikau
Sekian lama, berderai mata
Hari ini kita berjumpa pula
Dengarkan suara, gegap gempita
Iringi derap langkah para pemimpin muda
Hapuskan rindu, pada ibumu
Selamat datang di rindam III

Categories: Brian's, Cuap-cuap, Life.. oh Life.. | 8 Comments

Mandiri Visa fraud?

First day on this year nih, setelah semalaman eh ujan gerimis aje di rumah, paginya cuaca cukup cerah.Pagi hari yang damai, setelah bangun shalat subuh aku tidur lagi πŸ˜€ ,bangun jam 10, aku mau pergi ke toko buku, katanya ada woro-woro diskon 30% for all items di sebuah toko buku sampai 4 januari. Setelah mandi dan memakai celana πŸ˜€ aku langsung menuju matraman.

Wew, sesampainya disana banyak mobil tumpah ruah di jalan matraman karena parkir gedung di dalam toko buku tidak cukup, ada apa ini?, mengapa tiba-tiba toko buku lebih ramai dari mall?, kenapa semua orang jadi ke toko buku?, aahaha.. bukan itu yang mau aku bahas disini

Setelah cuci-cuci mata dan melihat dan membaca sekilas beberapa buku, aku memutuskan membeli beberapa buku. Nah, kebetulan aku tipe orang yang tidak pernah membawa ‘uang’ di dompet, didompetku biasanya ada selembar 10ribu atau 20 ribuan dan segelintir recehan ribuan. Untuk membayar buku tadi, saya menggunakan visa yang ada dalam kartu reguler ATM Mandiri.

Memang ini bukan kali pertamaku menggunakan kartu kredit debit dalam berbelanja, sebelumnya aku pernah menggunakan mastercard yang ada di dalam KTM ITB dulu, namun karena syarat wisuda kemarin adalam menutup rekening dan melubangi kartu ATM nya, aku tidak bisa menggunakan mastercard itu lagi.

Balik lagi, sebelum membayar dengan visa aku pastikan tidak ada charge lebih atas transaksi yang mau dibayar.. hehe, gak mo rugi duonks, juga ada batas minimum transaksi yang harus dicapai agar bisa menggunakan visa.

lanjut ahh..

Categories: Brian's, Cuap-cuap, Life.. oh Life.. | Tags: , , , | 10 Comments